Debu Jalan Dikeluhkan, Warga Simpang Acong dan Simpang Joko Blokir Jalan Tunggu Respons Perusahaan

Debu Jalan Dikeluhkan, Warga Simpang Acong dan Simpang Joko Blokir Jalan Tunggu Respons Perusahaan

ROKANHILIR, RadarLentera.com - Persoalan debu jalan yang dinilai semakin mengganggu masyarakat di kawasan Simpang Acong dan Simpang Joko berujung pada aksi warga memblokir jalan. Warga kini menghentikan sementara aktivitas kendaraan yang melintas dan menunggu pihak perusahaan datang menemui mereka untuk membahas persoalan tersebut.

Aksi tersebut dilakukan setelah masyarakat menyampaikan sejumlah tuntutan kepada perusahaan dan pemilik RAM melalui surat imbauan. Warga meminta adanya kepedulian dan langkah nyata untuk mengatasi persoalan debu yang disebut semakin pekat akibat aktivitas kendaraan.

Dalam surat yang ditandatangani puluhan warga, masyarakat meminta perusahaan dan pemilik RAM mengurangi kecepatan kendaraan ketika melintas di kawasan Simpang Joko dan Simpang Acong.

Selain itu, warga meminta dilakukan penyiraman jalan tiga kali sehari karena debu dari jalan dinilai sangat mengganggu lingkungan sekitar.

Masyarakat juga meminta perhatian terhadap warga yang mengalami gangguan kesehatan yang mereka kaitkan dengan paparan debu. Dalam surat tersebut, warga meminta perusahaan memberikan kompensasi berupa obat bagi masyarakat yang terdampak.

Jalan Diblokir, Warga Tunggu Pihak Perusahaan

Saat ini, warga telah mengambil langkah lebih tegas dengan memblokir jalan dan menghentikan sementara kendaraan perusahaan maupun RAM yang melintas.

Warga menyatakan aksi tersebut dilakukan sambil menunggu pihak perusahaan datang langsung menemui masyarakat. Mereka berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan solusi dan bentuk kepedulian nyata terhadap persoalan yang selama ini mereka keluhkan.

Dalam surat imbauan sebelumnya, warga memang telah menyatakan bahwa apabila permintaan mereka tidak ditindaklanjuti, masyarakat akan melakukan penyiraman jalan secara swadaya. Selama proses tersebut berlangsung, kendaraan perusahaan dan RAM akan diberhentikan sementara.

Dengan kondisi saat ini, masyarakat meminta pihak perusahaan segera hadir dan berdialog dengan warga untuk mencari jalan keluar bersama, khususnya terkait pengendalian debu dan dampak aktivitas kendaraan terhadap lingkungan sekitar.

Didukung Puluhan Warga

Surat imbauan tersebut turut dilengkapi daftar nama dan tanda tangan warga. Pada halaman kedua dan ketiga dokumen tercatat 46 nama warga dari kawasan Simpang Acong dan Simpang Joko yang memberikan dukungan terhadap tuntutan tersebut.

Warga berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi dan kepedulian pihak perusahaan, sehingga aktivitas kendaraan dapat kembali berjalan tanpa mengabaikan kenyamanan masyarakat di sekitar jalan.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun pemilik RAM mengenai aksi pemblokiran jalan dan tuntutan warga.

Warga kini masih menunggu kehadiran pihak perusahaan untuk menemui mereka dan memberikan solusi atas persoalan debu jalan yang menjadi pemicu aksi tersebut.

#Peristiwa

Index

Berita Lainnya

Index