ROKANHILIR, radarlentera.com – Upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus digencarkan jajaran Polsek Pujud. Tidak hanya melakukan penindakan terhadap pelaku narkoba yang belakangan berhasil diamankan, kepolisian juga aktif melakukan langkah pencegahan melalui sosialisasi langsung kepada masyarakat.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Rapat Koordinasi Penanggulangan Penyakit Masyarakat yang digelar pada Selasa (14/4/2026) sekira pukul 20.00 WIB di objek Wisata Air Panas Dewiarnas, Kepenghuluan Tangga Batu, Kecamatan Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolsek Pujud AKP Boy Setiawan S.A.P., M.Si, Kanit Reskrim Ipda Rendi L. Tarigan, perwakilan Camat Tanjung Medan, Datuk Penghulu Tangga Batu Yusuf, unsur TNI, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, serta warga setempat.
Dalam sambutannya, pihak kepenghuluan menyampaikan harapan agar rapat koordinasi ini dapat melahirkan peraturan desa (Perdes) yang mampu menekan berbagai penyakit masyarakat, termasuk maraknya pencurian dan penyalahgunaan narkoba yang belakangan meresahkan warga.
Datuk Penghulu Tangga Batu juga menyoroti meningkatnya kasus pencurian, kehilangan sepeda motor, hingga peredaran narkoba yang dinilai semakin mengkhawatirkan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berdiskusi dan mencari solusi konkret bersama pihak kepolisian.
Kapolsek Pujud AKP Boy Setiawan dalam arahannya menegaskan komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat, baik dalam penindakan maupun pencegahan. Ia mengajak warga untuk tidak ragu memberikan informasi terkait tindak kejahatan, khususnya narkoba.
“Kami siap bekerja sama dengan masyarakat untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Berikan kami informasi, dan akan kami tindaklanjuti. Namun kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak bertindak anarkis dan tidak main hakim sendiri,” tegas Kapolsek.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan secara sepihak, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.
Dalam sesi diskusi, tokoh pemuda menyampaikan keresahan terkait maraknya aksi pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit atau yang dikenal dengan istilah “ninja sawit”, yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba. Mereka berharap adanya langkah tegas dari aparat kepolisian serta kejelasan mekanisme penanganan jika warga menemukan pelaku di lapangan.
Menanggapi hal tersebut, Kanit Reskrim Polsek Pujud Ipda Rendi L. Tarigan menegaskan bahwa pihaknya bekerja sesuai prosedur hukum dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan informasi serta mendukung proses penegakan hukum secara benar.
Dari hasil rapat, disepakati bahwa Pemerintah Kepenghuluan Tangga Batu akan menyusun Peraturan Desa terkait penanggulangan penyakit masyarakat, termasuk penanganan pencurian sawit dan penadahnya. Selain itu, masyarakat juga akan kembali mengaktifkan pos kamling sebagai langkah preventif menjaga keamanan lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 22.50 WIB tersebut berjalan aman dan kondusif, serta diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menekan angka kriminalitas di wilayah tersebut.
