ROKANHILIR, RadarLentera.com - Ketua Umum Masyarakat Peduli Lingkungan (Mapalhi), Habib Gultom, mendesak DPRD Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) segera turun ke lapangan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pelaksanaan proyek pembangunan pipa gas Dumai–Sei Mangkei (Dusem) yang melintasi sejumlah wilayah di Rohil.
Selain melakukan sidak, DPRD Rohil juga diminta memanggil pihak Kerja Sama Operasi (KSO) selaku pelaksana proyek guna meminta penjelasan sekaligus pertanggungjawaban atas berbagai dampak pekerjaan penggalian yang dikeluhkan masyarakat.
Habib menilai, aktivitas penggalian dan penimbunan tanah bekas galian telah mengganggu aktivitas warga, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjalankan usaha di sepanjang jalur proyek.
Tidak hanya berdampak terhadap perekonomian masyarakat, kondisi jalan yang dipenuhi timbunan tanah bekas galian juga dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Bahkan, sejumlah kendaraan, termasuk truk, dilaporkan mengalami insiden hingga terperosok akibat kondisi jalan yang terganggu.
“Selain DPRD, Pemda Rohil juga perlu turun tangan. Jangan sampai masyarakat Rohil justru terhambat dalam mencari nafkah akibat pekerjaan proyek tersebut,” tegas Habib saat ditemui awak media di Bagan Batu, Senin (2/11/2026).
Persoalan lain yang turut menjadi sorotan adalah dugaan terganggunya jaringan telekomunikasi akibat aktivitas penggalian. Habib menyebut kabel serat optik milik Telkom diduga beberapa kali terputus sehingga berdampak pada terganggunya layanan internet masyarakat.
Menurutnya, gangguan lalu lintas akibat sistem buka-tutup jalan masih dapat dipahami sebagai konsekuensi dari pekerjaan proyek. Namun, apabila pelaksanaannya sampai menghambat kegiatan ekonomi, membahayakan pengguna jalan, serta mengganggu fasilitas umum, persoalan tersebut harus segera ditangani.
Habib juga menyoroti penggunaan alat berat jenis excavator yang melintasi badan jalan beraspal. Ia menilai, pelindung pada bagian track alat berat yang menggunakan ban bekas berukuran kecil dan dalam kondisi gepeng belum memadai untuk melindungi permukaan aspal.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mempercepat kerusakan badan jalan yang selama ini digunakan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Kalau soal buka-tutup jalan, mungkin itu masih bisa dimaklumi meski terkadang menimbulkan kemacetan. Tetapi, kalau sampai mengganggu usaha masyarakat, membahayakan pengguna jalan, jaringan internet terganggu, bahkan berpotensi merusak aspal, ini harus menjadi perhatian serius,” ujarnya.
Atas berbagai persoalan tersebut, Habib berharap anggota DPRD Rohil, khususnya dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV maupun dapil lainnya yang wilayahnya dilintasi proyek pipa gas Dusem, segera mengambil langkah konkret.
Ia meminta para wakil rakyat tidak hanya menunggu laporan masyarakat, tetapi juga turun langsung meninjau kondisi di lapangan serta memanggil pihak KSO untuk membahas langkah penyelesaian atas dampak yang ditimbulkan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur strategis memang penting untuk mendukung kepentingan nasional. Namun, pelaksanaannya harus tetap memperhatikan keselamatan, kenyamanan, serta keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat di daerah yang dilintasi proyek.
“Jangan sampai persoalan ini terus berlarut-larut. Pembangunan memang penting, tetapi jangan sampai masyarakat justru menjadi pihak yang menanggung kerugian akibat pelaksanaannya,” tutup Habib.

