ROKANHILIR, radarlentera.com – Gelombang kemarahan masyarakat Panipahan kembali memuncak. Ratusan warga menggelar Aksi Damai Jilid 4 pada Jumat (8/5/2026) sebagai bentuk protes terhadap dugaan maraknya peredaran narkotika yang dinilai semakin meresahkan masyarakat pesisir Rokan Hilir.
Dengan membawa pengeras suara dan membentangkan aspirasi di tengah keramaian, massa turun ke jalan menuntut aparat penegak hukum bertindak cepat dan tegas membongkar jaringan peredaran narkotika yang diduga beroperasi di wilayah Panipahan dan sekitarnya.
Suasana aksi berlangsung tertib namun penuh tekanan moral. Warga menegaskan bahwa aksi tersebut bukan untuk menciptakan keributan, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
“Kami turun demi menyelamatkan masa depan anak-anak kami. Jangan biarkan wilayah kami hancur karena narkotika,” teriak salah seorang peserta aksi dalam orasinya.
Dalam tuntutannya, masyarakat meminta aparat tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga membongkar dugaan jaringan hingga ke akar-akarnya tanpa pandang bulu.
Aksi Jilid 4 ini menjadi lanjutan dari rangkaian gelombang protes warga yang sebelumnya juga sempat menyita perhatian publik. Bahkan pada aksi terdahulu, Kapolda Riau diketahui turun langsung ke Panipahan untuk mendengar keresahan masyarakat terkait dugaan maraknya peredaran narkotika di kawasan tersebut.
Pantauan dari video siaran langsung yang diunggah akun Facebook Nini Kartini memperlihatkan Wakapolres Rokan Hilir Kompol Rikky Operiady berada di tengah massa guna menerima langsung aspirasi masyarakat. Kehadiran aparat kepolisian juga tampak dilakukan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama aksi berlangsung.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tindak lanjut tuntutan masyarakat dalam aksi tersebut.
Warga berharap langkah nyata segera dilakukan agar wilayah pesisir Rokan Hilir terbebas dari ancaman peredaran narkotika yang dinilai dapat merusak keamanan lingkungan dan masa depan generasi muda.
