SIAK, RadarLentera.com – Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan kalangan buruh dalam menjaga kelestarian lingkungan diwujudkan melalui penanaman 20.000 bibit pohon di lahan seluas sekitar 40 hektare di kawasan PT Bumi Siak Pusako (BSP), Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI tersebut dipimpin Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo bersama Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Herry Heryawan.
Sebanyak 1.600 peserta terlibat dalam kegiatan ini. Mereka terdiri atas 150 personel TNI, 200 personel Polri, 100 warga masyarakat, 250 pekerja perusahaan, serta 900 anggota serikat pekerja dan buruh dari berbagai organisasi.
Mengusung semangat penanaman sejuta pohon menuju Indonesia Asri, kegiatan ini bertujuan memperkuat penghijauan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mendorong pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo menegaskan, penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial memperingati HUT TNI, melainkan investasi ekologis jangka panjang untuk menjaga kelestarian alam dan keberlangsungan hidup masyarakat.
“Konsep ini mengintegrasikan Green Defense dan Green Policing sebagai sarana menumbuhkan kepedulian lingkungan. Menjaga alam berarti alam akan menjaga kita,” ujar Agus.
Menurutnya, kelestarian lingkungan berkaitan erat dengan ketahanan nasional. Kerusakan ekosistem tidak hanya menimbulkan persoalan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan, kesejahteraan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Karena itu, keterlibatan TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, buruh, dan masyarakat dinilai penting untuk membangun gerakan penghijauan yang berkelanjutan.
“Ini adalah investasi besar untuk anak cucu kita di masa depan. Karena itu, mari kita menanam dengan tulus dan memastikan pohon-pohon yang ditanam hari ini tumbuh serta memberikan manfaat bagi lingkungan,” tegasnya.
Kabaharkam: Polisi Harus Hadir Bersama Masyarakat
Sementara itu, Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan menekankan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata semangat Polisi Bersama Masyarakat. Menurutnya, keamanan dan ketertiban tidak dapat diwujudkan hanya melalui kerja kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Semangat Polisi Bersama Masyarakat yang digaungkan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban tidak dapat dibangun oleh kepolisian semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat,” ujar Herry.
Ia menjelaskan, pendekatan kepolisian perlu terus berkembang mengikuti tantangan yang dihadapi masyarakat. Polri tidak cukup hanya hadir ketika persoalan muncul, tetapi juga harus membangun kemitraan untuk mengenali potensi risiko dan melakukan pencegahan sejak dini.
Dalam konteks tersebut, perlindungan lingkungan menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan masyarakat. Ancaman kerusakan ekosistem dan karhutla tidak hanya berdampak terhadap alam, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan, keselamatan, dan ketahanan ekonomi warga.
Pengalaman penanganan karhutla di Riau, lanjut Herry, menunjukkan pentingnya menggeser pendekatan dari sekadar merespons kebakaran menuju upaya pencegahan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor dalam penanaman pohon di Siak menjadi salah satu bentuk penerapan pendekatan tersebut.
“Masyarakat tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai penerima pelayanan atau objek pengamanan, tetapi juga sebagai mitra yang memiliki peran aktif dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.
Herry juga mengapresiasi keterlibatan kalangan buruh. Menurutnya, peran buruh tidak terbatas pada aktivitas industri dan perekonomian, tetapi juga mencakup kontribusi sosial dalam menjaga kepentingan bersama.
Kemitraan antara kepolisian dan kalangan buruh, katanya, perlu diperkuat melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan demikian, hubungan yang terbangun tidak hanya berfokus pada pengamanan aktivitas industri, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan.
“Ketika polisi, buruh, dan masyarakat bekerja bersama, kita tidak hanya membangun hubungan yang baik, tetapi juga membangun rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan serta masa depan daerah,” katanya.
Dorong Gerakan Riau CERAH dan Green Policing
Mantan Kapolda Riau itu menjelaskan, penanaman pohon di Siak juga menjadi bagian dari Gerakan Riau CERAH, yakni Cegah, Rawat, Hijaukan, sebagai implementasi pendekatan Green Policing yang dikembangkan di Riau.
Gerakan tersebut turut mendukung Program ASRI, singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah, yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto melalui penguatan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Namun, Herry mengingatkan bahwa keberhasilan penghijauan tidak cukup diukur dari jumlah bibit yang ditanam. Pemeliharaan dan pemantauan setelah penanaman menjadi faktor penting untuk memastikan pohon dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.
“Proses penghijauan harus dilaksanakan secara berkesinambungan, mulai dari pemilihan lokasi, pemeliharaan bibit, dokumentasi data penanaman, hingga monitoring setelah kegiatan selesai. Jangan sampai kita pandai menanam, tetapi tidak cukup peduli untuk merawat,” tegasnya.
Ia berharap gerakan penghijauan terus berkembang melalui keterlibatan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi contoh penerapan pendekatan kepolisian berbasis kemitraan dalam menjawab persoalan publik.
Menurut Herry, semangat Polisi Bersama Masyarakat harus tercermin melalui kehadiran Polri yang tidak hanya memberikan perlindungan dan pelayanan, tetapi juga mendorong partisipasi publik serta menghadirkan solusi bagi kepentingan masyarakat.
“Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau aparat. Ini tanggung jawab kita bersama. Ketika masyarakat terlibat, kepedulian tumbuh, dan kerja sama terbangun, di situlah semangat Polisi Bersama Masyarakat menemukan maknanya,” ungkapnya.
Bagikan 1.000 Paket Sembako
Selain penanaman 20.000 bibit pohon, kegiatan tersebut juga diisi dengan bakti sosial berupa pembagian 1.000 paket sembako kepada anggota serikat pekerja dan masyarakat Kampung Dayun.
Berdasarkan data aplikasi Green Policing hingga 8 Oktober 2026, sebanyak 9.829 pohon telah tercatat ditanam di Provinsi Riau. Capaian tersebut menjadi bagian dari gerakan penanaman satu juta pohon yang terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor.
Melalui kegiatan ini, para pihak diharapkan tidak hanya memperluas penghijauan, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam merawat pohon yang telah ditanam, mencegah karhutla, dan menjaga kelestarian lingkungan di Bumi Lancang Kuning.