Hari Keempat, Tim Gabungan Kembali Padamkan dan Dinginkan Karhutla di Sungai Sembilan

Rabu, 09 September 2026 | 14:21:08 WIB

DUMAI, RadarLentera .com - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, terus dilakukan. Memasuki hari keempat, tim gabungan kembali melaksanakan pemadaman dan pendinginan di kawasan Jalan Parit Saru RT 08, Kelurahan Bangsal Aceh, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB setelah petugas masih menemukan sejumlah titik yang mengeluarkan asap. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, terdapat tujuh titik api yang menjadi fokus penanganan tim.

Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 5 hektare. Hingga hari keempat penanganan, luas area terbakar belum mengalami penambahan.

Kondisi lahan yang sebagian merupakan kawasan gambut menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Petugas harus melakukan pendinginan secara menyeluruh untuk memastikan bara api di bawah permukaan tanah benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran.

Vegetasi yang terdampak terdiri dari tanaman sawit dan semak belukar. Sementara itu, status kepemilikan lahan masih dalam proses penyelidikan karena lokasi tersebut diklaim oleh masyarakat.

Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai unsur. Polres Dumai mengerahkan 30 personel Polri, didukung 12 personel TNI, 12 personel BPBD, dan 18 personel Manggala Agni, serta personel kelurahan, kecamatan, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan masyarakat setempat.

Sejumlah peralatan juga digunakan untuk mendukung proses pemadaman, antara lain satu unit alat berat Hitachi, lima unit mesin ministriker, satu unit Zpower, dan satu unit mesin Robin.

Untuk memenuhi kebutuhan air, petugas memanfaatkan kanal yang berada di sekitar lokasi dengan ukuran sekitar 2 x 2 meter. Namun, proses penanganan masih menghadapi kendala karena lokasi kebakaran berjarak sekitar 20 kilometer dari Mapolsek Sungai Sembilan.

Saat kegiatan berlangsung, asap tipis masih terlihat di sejumlah bagian lahan. Tim gabungan terus melakukan penyisiran, pemadaman dan pendinginan pada area yang dinilai berpotensi kembali terbakar.

Kapolres Dumai AKBP Fatikh, S.H., S.I.K., M.Si., melalui personel yang bertugas di lapangan menegaskan bahwa penanganan karhutla dilakukan secara bersama-sama untuk mencegah api meluas serta memastikan kondisi wilayah tetap aman dan terkendali.

Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, MPA dan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla, terutama di kawasan gambut yang memiliki potensi munculnya kembali bara api apabila proses pendinginan tidak dilakukan secara optimal.

Polres Dumai juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menyebabkan karhutla.

Tags

Terkini