Warga Patungan Bangun Sumur Bor, Dorong Perusahaan Segera Realisasikan Kesepakatan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:15:56 WIB

ROKANHILIR, RadarLentera.com - Aksi pemblokiran jalan yang dilakukan masyarakat Simpang Joko dan Simpang Acong terkait persoalan debu akhirnya menghasilkan kesepakatan. Tak hanya menuntut solusi, masyarakat bahkan menunjukkan dukungan nyata dengan menggalang sumbangan awal untuk pembangunan sumur bor.

Sumbangan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan dukungan masyarakat agar fasilitas air yang telah disepakati bersama dapat segera diwujudkan.

Kesepakatan sebelumnya melibatkan Unsur Pimpinan Kecamatan Bagan Sinembah, Camat, Kapolsek, Danramil, Kepenghuluan Persiapan Murini Makmur serta masyarakat Simpang Joko dan Simpang Acong.

Dalam kesepakatan itu, pihak perusahaan, pengusaha RAM serta pabrik talangan atau sumsuman sepakat membangun satu unit sumur bor dengan kedalaman 150 meter dengan anggaran sekitar Rp100 juta.

Sumur bor tersebut nantinya akan dimanfaatkan masyarakat sekaligus menjadi sumber air untuk penyiraman jalan, sehingga diharapkan mampu mengurangi persoalan debu yang selama ini dikeluhkan warga.

Warga Ikut Patungan

Sebagai bentuk dukungan agar pembangunan tidak hanya menjadi wacana, masyarakat turut mengumpulkan sumbangan awal.

Berdasarkan catatan yang diterima, terdapat sejumlah nama masyarakat beserta nominal sumbangan. Pada bagian akhir catatan tercantum jumlah sekitar Rp32 juta hingga Rp32,5 juta.

Sumbangan tersebut merupakan bentuk keseriusan masyarakat dalam membantu percepatan pembangunan sumur bor sekaligus menunjukkan bahwa warga juga bersedia berkontribusi untuk mencari solusi atas persoalan yang mereka hadapi.

Namun, masyarakat berharap sumbangan awal tersebut tidak kemudian membuat tanggung jawab penyelesaian pembangunan beralih sepenuhnya kepada warga.

Sebaliknya, dukungan tersebut diharapkan menjadi bukti bahwa masyarakat serius menginginkan solusi, sekaligus mendorong pihak perusahaan dan para pengusaha untuk segera merealisasikan komitmen pembangunan sumur bor senilai sekitar Rp100 juta.

Perusahaan Diharapkan Segera Bergerak

Sebelumnya, warga telah menyampaikan surat imbauan terkait persoalan debu jalan. Dalam surat tersebut, masyarakat meminta kendaraan perusahaan dan RAM mengurangi kecepatan serta meminta penyiraman jalan dilakukan tiga kali sehari.

Karena persoalan tersebut dinilai belum mendapatkan solusi yang memadai, warga sempat melakukan pemblokiran jalan dan menghentikan sementara kendaraan yang melintas sambil menunggu pihak perusahaan menemui masyarakat.

Kini, setelah tercapai kesepakatan, warga memberikan batas waktu dua minggu untuk merealisasikan pembangunan sumur bor.

Jika dalam waktu tersebut pembangunan tidak terealisasi, masyarakat menyatakan akan kembali melakukan aksi.

Bukan Sekadar Tuntutan, Warga Sudah Berbuat

Sikap warga ini menunjukkan bahwa persoalan yang mereka perjuangkan bukan semata-mata tuntutan kepada perusahaan.

Masyarakat bahkan telah mengambil bagian dengan mengumpulkan dana awal sebagai bentuk dukungan. Mereka berharap langkah tersebut menjadi momentum bagi perusahaan dan para pengusaha untuk segera menunjukkan kepedulian melalui realisasi pembangunan sumur bor.

Dengan adanya sumur bor, masyarakat berharap kebutuhan air untuk penyiraman jalan dapat terpenuhi secara berkelanjutan sehingga aktivitas kendaraan perusahaan tetap dapat berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan masyarakat di sepanjang jalur Simpang Joko dan Simpang Acong.

Kini bola berada di tangan pihak perusahaan dan para pengusaha. Warga sudah menunjukkan dukungan dengan menggalang dana awal. Tinggal menunggu realisasi sumur bor yang telah disepakati bersama dalam waktu dua minggu.

Tags

Terkini