Kapal Diduga Bawa Lebih dari 1 Ton Narkotika Diamankan di Perairan Bengkalis, 10 WN Myanmar Ditahan

Selasa, 18 Agustus 2026 | 21:38:14 WIB

BENGKALIS, RadarLentera.com - Sebuah kapal yang diduga membawa lebih dari satu ton narkotika cair jenis methamphetamine diamankan aparat gabungan di perairan Tanjung Parit, Bengkalis, Riau. Dalam operasi tersebut, 10 awak kapal yang seluruhnya berkewarganegaraan Myanmar turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Kapal yang diketahui menggunakan nama MV Ocean Porter itu diamankan pada Senin (17/8/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Operasi dilakukan secara gabungan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Polda Kepulauan Riau (Kepri), serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Informasi awal menyebutkan, kapal tersebut diduga mengangkut lebih dari satu ton narkotika cair jenis methamphetamine. Namun, aparat masih melakukan pendalaman untuk memastikan asal muatan, rute pelayaran, hingga tujuan akhir barang yang diduga narkotika tersebut.

Perhatian penyidik juga mengarah pada dugaan perubahan identitas kapal. Kapal yang sebelumnya disebut bernama MV Rain Maker diduga berganti nama menjadi MV Ocean Porter dan mengibarkan bendera Tanzania.

Meski dugaan perubahan identitas tersebut mencuat, aparat belum menyampaikan hasil resmi penyelidikan mengenai dugaan manipulasi identitas kapal maupun kaitannya dengan perjalanan kapal tersebut.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricilla Ohei membenarkan adanya operasi gabungan tersebut. Namun, ia mengatakan rincian pengungkapan masih dalam proses penyelidikan.

“Yang jelas benar peristiwa itu ada. BNN RI bersama Bea Cukai dan Polda Kepri, termasuk Polres Karimun,” ujar Nona, Selasa (18/8/2026) malam.

Usai diamankan, kapal kemudian ditarik menuju Pelabuhan Pangkalan Bea Cukai Karimun. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan, termasuk penggeledahan menyeluruh dengan bantuan anjing pelacak atau K-9 untuk memastikan kemungkinan adanya barang bukti lain di dalam kapal.

Selain kapal, petugas mengamankan 10 awak kapal yang seluruhnya merupakan warga negara Myanmar.

Hingga kini, aparat belum mengungkap secara rinci titik keberangkatan kapal, bagaimana barang bukti ditemukan, maupun negara yang diduga menjadi tujuan pengiriman. Pemeriksaan terhadap seluruh awak kapal masih berlangsung, sementara penyidik juga menelusuri pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan dugaan penyelundupan tersebut.

Kombes Pol Nona Pricilla Ohei memastikan, barang yang diduga methamphetamine turut diamankan bersama kapal dan para awaknya.

“Selain satu unit kapal, 10 awak kapal dan barang bukti yang diduga narkotika cair jenis methamphetamine juga diamankan,” pungkasnya.

Pengungkapan ini masih berada dalam tahap pendalaman. Karena itu, identitas jaringan, asal muatan, rute pelayaran, serta kepastian jenis dan jumlah barang bukti masih menunggu hasil pemeriksaan resmi aparat.

Tags

Terkini