Warga Bilah Hilir Resah, Empat Lokasi Diduga Jadi Sarang Transaksi Sabu, Nama ARD alias DC Disebut Sebagai Pengendali

Warga Bilah Hilir Resah, Empat Lokasi Diduga Jadi Sarang Transaksi Sabu, Nama ARD alias DC Disebut Sebagai Pengendali
Ilustrasi

LABUHANBATU, RadarLentera.com – Dugaan maraknya peredaran narkotika jenis sabu di Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, semakin meresahkan masyarakat. Empat lokasi dilaporkan warga diduga menjadi tempat transaksi narkotika. Aparat kepolisian pun didesak segera turun tangan untuk menyelidiki informasi tersebut.

Selain dugaan peredaran narkotika, warga juga mengeluhkan maraknya kasus pencurian yang terjadi di lingkungan mereka. Sejumlah barang berharga milik warga hingga buah kelapa sawit dilaporkan kerap hilang.

Masyarakat menduga aksi pencurian tersebut berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Keluhan itu disampaikan salah seorang warga kepada RadarLentera.com melalui pesan WhatsApp, Rabu (30/9/2026). Warga tersebut meminta identitasnya dirahasiakan karena khawatir terhadap keselamatannya.

"Sudah sangat meresahkan kali, Bang, lokasi transaksi sabu di daerah ini. Sampai sekarang belum ada juga tindakan tegas dari pihak Polsek setempat. Kami warga sering sekali kehilangan barang-barang berharga di rumah, bahkan terkadang buah sawit juga dicuri," ungkapnya.

Menurut keterangan warga tersebut, terdapat empat lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi narkotika jenis sabu, yakni di Desa Sei Tampang, Desa Sei Kasih, Kelurahan Negeri Lama Kota, dan Wonosari, Kecamatan Bilah Hilir.

Warga juga menyebut seorang pria berinisial ARD alias DC, yang disebut berasal dari Kelurahan Negeri Lama, sebagai sosok yang diduga mengendalikan aktivitas peredaran narkotika di sejumlah lokasi tersebut.

"Setahu saya ada empat lokasi yang diduga dijadikan tempat transaksi sabu hingga saat ini, Bang. Yakni di Sei Tampang, Sei Kasih, Negeri Lama Kota, dan Wonosari. Terduga pengedarnya berinisial DC, warga Negeri Lama. Untuk titik lokasi di Wonosari, disebutkan dia sendiri yang berjualan," ujarnya.

Atas dugaan tersebut, warga berharap Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu segera melakukan penyelidikan guna memastikan kebenaran informasi mengenai aktivitas peredaran narkotika di wilayah Bilah Hilir.

Masyarakat juga meminta aparat kepolisian menindaklanjuti informasi terkait pria berinisial ARD alias DC secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Warga khawatir, apabila dugaan aktivitas tersebut terus berlangsung tanpa penanganan, kondisi keamanan dan ketertiban di lingkungan mereka akan semakin terganggu. Terlebih, masyarakat mengaku resah dengan kehilangan barang-barang berharga yang mereka alami.

Bahkan, muncul kekhawatiran warga akan mengambil tindakan sendiri jika persoalan tersebut tidak segera ditangani. Karena itu, masyarakat meminta kepolisian segera mengambil langkah konkret agar situasi tetap kondusif dan tidak terjadi tindakan yang dapat merugikan siapa pun.

Sementara itu, saat dikonfirmasi RadarLentera.com melalui pesan WhatsApp pada Rabu (30/9/2026), Kanit Reskrim Polsek Bilah Hilir, Iptu Mistra Purba SDSS WAP, belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

Hingga saat ini, informasi mengenai empat lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi narkotika serta dugaan keterlibatan ARD alias DC masih memerlukan penyelidikan dan pembuktian lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.

Pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan warga. Asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan dan setiap pihak yang disebutkan berhak mendapatkan perlakuan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

 

#Polres Labuhan Batu

Index

Berita Lainnya

Index