BENGKALIS, radarlentera.com - Aksi peredaran narkotika di wilayah Titian Antui, Kecamatan Pinggir, kembali digagalkan aparat. Seorang pria berinisial B.S. tak berkutik saat diringkus jajaran Polsek Pinggir dalam operasi penyamaran yang digelar Kamis (23/4/2026) sore.
Penangkapan ini bermula dari laporan warga yang resah atas maraknya transaksi sabu di kawasan tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, tim opsnal bergerak cepat melakukan penyelidikan intensif sejak siang hari.
Sekitar pukul 14.00 WIB, petugas melancarkan strategi undercover buy dengan menyamar sebagai pembeli. Pelaku kemudian menentukan lokasi transaksi di Jalan Amal Bakti. Tanpa menunggu lama, tepat pukul 15.35 WIB, polisi langsung menyergap B.S. di titik yang telah disepakati.
Dari tangan tersangka, ditemukan dua paket kecil sabu dengan berat kotor sekitar 0,45 gram yang diduga siap edar. Polisi juga mengamankan uang tunai Rp300.000 yang diduga hasil transaksi, serta satu unit ponsel Android yang digunakan sebagai alat komunikasi dalam bisnis haram tersebut.
Dalam pemeriksaan awal, B.S. mengaku mendapatkan sabu dari seorang pria berinisial G yang kini berstatus DPO dan disebut berdomisili di Desa Harapan Baru. Polisi saat ini tengah memburu pemasok tersebut untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.
Tak hanya sebagai pengedar, hasil tes urine menunjukkan B.S. juga positif mengandung amphetamine, menandakan ia turut menjadi pengguna narkotika.
Kapolsek Pinggir AKP Agung Rama menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba di wilayah hukumnya. “Kami akan terus mengembangkan kasus ini hingga ke jaringan di atasnya. Tidak ada toleransi bagi pelaku narkotika,” tegasnya.
Saat ini, tersangka telah diamankan di Mapolsek Pinggir untuk proses hukum lebih lanjut. Ia dijerat dengan Pasal 114 jo Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Polisi juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan berperan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan. Upaya bersama ini diharapkan mampu menekan peredaran narkoba dan menjaga lingkungan tetap aman.
Pengungkapan ini menjadi sinyal tegas bahwa aparat terus bergerak membongkar jaringan narkotika hingga ke akar, demi Bengkalis yang lebih bersih dari barang haram.
