ROKANHILIR, RadarLentera.com - Pengerjaan proyek pemasangan pipa gas Dumai–Sei Mangkei (Dusem) di kawasan Simpang Riset, KM 1 Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, menuai keluhan dari sejumlah warga, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pasalnya, kondisi bekas galian proyek yang belum ditangani secara maksimal menyebabkan akses menuju tempat usaha warga terganggu. Tanah urugan yang belum dipadatkan membuat kendaraan kesulitan melintas sehingga berdampak langsung terhadap aktivitas perdagangan masyarakat.
Salah seorang pedagang buah, Ginting, mengaku kecewa dengan kondisi bekas galian tepat di depan tempat usahanya. Ia mengatakan, tanah urugan yang sebelumnya menumpuk baru diratakan setelah dirinya menyampaikan keluhan kepada pihak pekerja proyek.
"Tadi pagi masih menggunung di sini. Setelah saya komplain baru diratakan. Tapi tidak dilakukan pengerasan, ditambah tadi pagi hujan turun," ungkap Ginting kepada wartawan, Minggu (1/11/2026).
Menurutnya, meskipun tanah urugan sudah diratakan, kondisinya masih sulit dilalui kendaraan karena belum dilakukan pemadatan menggunakan alat berat, seperti vibro atau bomag. Kondisi tersebut semakin diperparah oleh hujan deras yang mengguyur kawasan itu.
Keluhan serupa disampaikan Santoso, pelaku usaha tambal ban yang juga merasakan dampak pengerjaan proyek tersebut. Ia mengaku akses menuju tempat usahanya terganggu sehingga aktivitas pelayanan kepada pelanggan tidak berjalan normal.
Ginting dan Santoso menegaskan, mereka tidak menuntut kompensasi dari perusahaan. Keduanya hanya meminta pihak pelaksana proyek bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan sesuai komitmen awal, yakni dalam waktu satu hari, khususnya pada bagian yang berada di depan tempat usaha warga.
Mereka menyebutkan, sebelum pekerjaan dimulai, pihak pelaksana proyek terlebih dahulu meminta izin kepada masyarakat dengan menyampaikan bahwa pengerjaan akan segera diselesaikan tanpa mengganggu aktivitas jual beli.
Namun, kondisi di lapangan justru berbeda. Bekas galian yang belum dipulihkan dengan baik membuat akses keluar masuk kendaraan terganggu. Bahkan, sejumlah kendaraan warga disebut telah mengalami kesulitan melintas selama kurang lebih satu minggu.
Situasi ini dikhawatirkan semakin merugikan pelaku UMKM. Selain menghambat mobilitas kendaraan, kondisi akses yang tidak memadai juga berpotensi membuat pelanggan enggan datang sehingga berdampak terhadap pendapatan pedagang.
Atas kondisi tersebut, warga meminta perusahaan maupun pihak Kerja Sama Operasi (KSO) segera turun tangan. Mereka berharap bekas galian segera dirapikan, diratakan, dan dipadatkan agar akses kendaraan kembali normal serta aktivitas ekonomi masyarakat tidak terus terganggu.
Warga juga meminta pihak humas atau penanggung jawab proyek memberikan respons dan kepastian mengenai waktu penyelesaian persoalan tersebut.
Bahkan, warga menyatakan akan mempertimbangkan menempuh jalur hukum apabila hingga pukul 20.00 WIB tidak ada penyelesaian maupun itikad baik dari pihak perusahaan atas dampak pekerjaan yang mereka alami.
Sebagai informasi, proyek pemasangan pipa gas Dusem Segmen 2 pada jalur Stasiun Labuhan Batu–Duri, yang mencakup wilayah Rantau Prapat hingga Dumai, dikerjakan oleh KSO PT Remaja Bangun Kencana, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Sumber Bangun Sentosa, dan PT Singgar Mulia.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak KSO maupun perusahaan pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut.
Masyarakat berharap pihak terkait segera mengambil langkah konkret agar dampak pengerjaan proyek tidak semakin merugikan pelaku UMKM dan aktivitas ekonomi warga di kawasan Bagan Batu.