ROKANHILIR, RadarLentera.com - Ancaman malaria yang terus berulang di Kecamatan Sinaboi kembali menjadi sorotan. Masyarakat menilai penanganan yang selama ini dilakukan belum mampu memutus mata rantai penyebaran penyakit tersebut. Warga pun mendesak Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir menjadikan pemberantasan malaria sebagai program prioritas yang berkelanjutan, bukan sekadar respons ketika kasus meningkat.
Bagi masyarakat pesisir Sinaboi, malaria bukan lagi persoalan baru. Penyakit ini disebut masih terus muncul dari waktu ke waktu dan menimbulkan keresahan karena berdampak langsung terhadap kesehatan serta aktivitas sehari-hari warga.
Tokoh Pemuda Sungai Bakau, Khairul Anwar, S.Kom, mengatakan sudah saatnya pemerintah mengambil langkah yang lebih serius dan terukur agar persoalan malaria tidak terus berulang setiap tahun.
“Malaria di Kecamatan Sinaboi bukan lagi persoalan baru, tetapi persoalan yang hingga kini belum terselesaikan secara tuntas. Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan penanganan sesaat ketika kasus meningkat, melainkan menyusun langkah yang berkelanjutan dan terukur hingga malaria benar-benar dapat dikendalikan,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah bersama seluruh instansi terkait memperkuat upaya pencegahan melalui pengendalian vektor, penyemprotan lingkungan secara berkala, ketersediaan obat-obatan, edukasi kepada masyarakat, serta peningkatan pelayanan kesehatan.
“Jangan biarkan masyarakat terus hidup dalam bayang-bayang malaria yang datang silih berganti setiap tahun. Sudah saatnya ada komitmen yang nyata agar Kecamatan Sinaboi terbebas dari malaria. Kesehatan masyarakat adalah hak yang harus dipenuhi, bukan sekadar janji yang terus berulang,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Tokoh Masyarakat Raja Bejamu, Riki Dermawan, S.Sos. Menurutnya, malaria tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga memengaruhi produktivitas ekonomi, pendidikan, serta kualitas hidup masyarakat.
“Kami berharap pemerintah menghadirkan program penanganan yang berkesinambungan, mulai dari pencegahan, penyemprotan berkala, peningkatan pelayanan kesehatan hingga edukasi kepada masyarakat. Sinaboi membutuhkan solusi nyata, bukan penanganan yang hanya dilakukan ketika kasus meningkat,” katanya.
Sementara itu, Datuk Penghulu Sinaboi, Rafika, menegaskan pemerintah kepenghuluan siap mendukung setiap program pemberantasan malaria yang dijalankan pemerintah daerah bersama instansi kesehatan.
Menurutnya, keberhasilan menekan angka kasus malaria hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan hingga masyarakat.
“Penanganan malaria membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah kepenghuluan siap mendukung setiap program yang bertujuan melindungi kesehatan masyarakat. Harapan kami, perhatian pemerintah semakin maksimal sehingga angka kasus malaria di Sinaboi dapat ditekan dan masyarakat dapat hidup dengan rasa aman,” ujarnya.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir segera memperkuat langkah-langkah pengendalian malaria melalui program yang konsisten dan berkesinambungan, meliputi pengendalian vektor, penyemprotan lingkungan secara berkala, penyediaan obat-obatan, peningkatan layanan kesehatan, serta edukasi kepada masyarakat.
Dengan komitmen yang nyata dan dukungan seluruh pihak, warga berharap Kecamatan Sinaboi dapat terbebas dari ancaman malaria yang selama ini terus menghantui kehidupan masyarakat pesisir.