PEKANBARU, radarlentera.com – Kepolisian Daerah Riau tengah mendalami laporan dugaan penghinaan terhadap tokoh adat Melayu Riau yang terjadi di sebuah kedai kopi di Kota Pekanbaru, Senin (4/5/2026).
Insiden tersebut melibatkan tokoh masyarakat Riau, H. Suparman, yang saat itu berada bersama sejumlah pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR). Situasi sempat memanas ketika seorang pria berinisial IP, yang disebut sebagai ketua salah satu organisasi kemasyarakatan di Pekanbaru, datang dan diduga mengeluarkan pernyataan bernada keras sambil menunjuk ke arah korban di hadapan umum.
Ketegangan yang terjadi di lokasi berhasil diredam oleh pihak yang berada di tempat kejadian. Namun, rekaman video insiden tersebut beredar luas di media sosial dan memicu perhatian publik, khususnya dari kalangan tokoh adat.
Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad, memastikan bahwa laporan terkait peristiwa tersebut telah diterima dan saat ini sedang dalam tahap pendalaman.
“Laporan sudah kami terima dan sedang didalami untuk membuat terang permasalahan. Proses penyelidikan berjalan sesuai prosedur,” ujarnya.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penanganan perkara akan dilakukan secara profesional, objektif, dan transparan. Sejumlah langkah awal, termasuk pengumpulan bahan keterangan, juga telah dilakukan.
Polda Riau turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mempercayakan proses hukum kepada aparat yang berwenang.
Kasus ini menjadi perhatian karena dinilai memiliki potensi memengaruhi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, mengingat isu yang berkaitan dengan tokoh adat memiliki sensitivitas tinggi di wilayah Riau.