Tak Berkutik! 4 Pelaku Pembunuhan Nenek di Pekanbaru Diciduk, Otak Kejahatan Eks Menantu

Sabtu, 02 Mei 2026 | 23:18:33 WIB
Tangkapan layar CCTV di rumah korban

PEKANBARU, radarlentera.com – Aksi keji yang mengguncang warga Rumbai akhirnya terungkap. Empat pelaku pembunuhan disertai perampokan terhadap seorang nenek, Dumaris Denny Waty Sitio (60), berhasil diringkus aparat kepolisian dalam operasi cepat lintas daerah.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman, membenarkan penangkapan tersebut pada Sabtu (2/5/2026) malam. Ia mengungkapkan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja sigap tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru.

“Tim berhasil menangkap empat pelaku curas yang menyebabkan korban meninggal dunia di wilayah Rumbai,” ujarnya.

Dari hasil pengejaran intensif, dua pelaku berhasil diamankan di Aceh Tengah, sementara dua lainnya ditangkap di Kota Binjai, Sumatera Utara. Polisi memastikan akan mengungkap secara rinci peran masing-masing pelaku dalam konferensi pers resmi yang dijadwalkan Minggu (3/5/2026).

Eks Menantu Terlibat, Aksi Terekam CCTV

Fakta mengejutkan terungkap dalam kasus ini. Salah satu pelaku perempuan berinisial AF diketahui merupakan mantan menantu korban. Ia diduga menjadi bagian dari komplotan yang merencanakan aksi tersebut.

Total pelaku berjumlah empat orang, terdiri dari dua pria dan dua wanita. Mereka datang ke rumah korban menggunakan mobil Avanza hitam di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, pada Rabu (29/4/2026).

Rekaman CCTV menunjukkan salah satu pelaku wanita sempat berbincang dengan korban, sebelum seorang pria datang membawa potongan kayu dan langsung menyerang korban secara brutal.

Korban dipukul berkali-kali, bahkan saat sudah tidak berdaya. Hasil pemeriksaan medis menyebutkan korban meninggal akibat benturan benda tumpul di kepala yang menyebabkan pendarahan otak dan kegagalan fungsi vital.

Gasak Emas hingga Dolar Singapura

Tak hanya menghilangkan nyawa korban, para pelaku juga menggondol sejumlah barang berharga. Di antaranya cincin emas, uang tunai sekitar 400 dolar Singapura, satu unit handphone Samsung A55 5G, serta perangkat elektronik lainnya.

Sebelum beraksi, para pelaku sempat mondar-mandir di sekitar lokasi, diduga untuk memastikan situasi aman.

Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh suami korban, Salmon Meha (66). Ia menemukan rumah dalam kondisi terbuka dan berantakan saat pulang sekitar pukul 11.00 WIB. Korban kemudian ditemukan dalam keadaan tertelungkup di dapur dengan luka serius di bagian wajah dan bercak darah di sekitar kamar mandi.

Polisi yang menerima laporan langsung bergerak cepat melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Pekanbaru untuk proses autopsi.

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa kejahatan bisa datang dari lingkaran terdekat. Namun di sisi lain, gerak cepat aparat berhasil memastikan para pelaku tak sempat lama menghindar dari jerat hukum.

Tags

Terkini