DUMAI, RadarLentera.com - Mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kapolsek Bukit Kapur AKP Boy Setiawan, S.A.P., M.Si. memimpin langsung pengecekan kendaraan dinas serta peralatan pemadam Karhutla di halaman Mapolsek Bukit Kapur, Senin (3/8/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.35 WIB tersebut dihadiri para Kanit dan Kasium Polsek Bukit Kapur. Pengecekan dilakukan sebagai langkah memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung berada dalam kondisi prima sehingga siap digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.
Dalam pemeriksaan tersebut, Kapolsek memastikan enam unit kendaraan dinas roda dua dan satu unit kendaraan dinas roda empat berada dalam kondisi baik dan layak operasional.
Selain kendaraan dinas, dilakukan pula pengecekan terhadap seluruh peralatan penanggulangan Karhutla yang terdiri dari empat unit mesin Mini Striker, empat nozzle, empat gulung selang hisap, serta sepuluh gulung selang buang. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peralatan berada dalam kondisi baik dan siap digunakan untuk mendukung operasi pemadaman apabila diperlukan.
Usai pengecekan, AKP Boy Setiawan memberikan sejumlah arahan kepada seluruh personel. Ia menekankan pentingnya menjaga dan merawat kendaraan dinas yang digunakan agar selalu dalam kondisi siap operasional. Apabila ditemukan kerusakan, personel diminta segera melaporkannya kepada pimpinan untuk segera ditindaklanjuti.
Kapolsek juga menginstruksikan agar seluruh personel rutin memeriksa peralatan Karhutla dan memastikan setiap perlengkapan berfungsi dengan baik. Peralatan yang mengalami kendala diminta segera dilaporkan untuk dilakukan perbaikan atau penggantian.
Tak hanya itu, seluruh personel Polsek Bukit Kapur diingatkan untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi Karhutla, termasuk memahami prosedur penggunaan serta pengoperasian seluruh peralatan pemadam secara benar, aman, dan efektif.
Melalui pengecekan rutin ini, Polsek Bukit Kapur menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesiapan personel maupun sarana pendukung guna mempercepat respons terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, sehingga dampaknya dapat diminimalkan sejak dini.